Berita

Komunikasi Visual Batik Tiga Negeri sebagai Media Penguatan Identitas Budaya: Kontribusi Penelitian Magister Desain FSRD Universitas Trisakti terhadap Pencapaian SDGs
Rabu, 04 November 2026

Komunikasi Visual Batik Tiga Negeri sebagai Media Penguatan Identitas Budaya: Kontribusi Penelitian Magister Desain FSRD Universitas Trisakti terhadap Pencapaian SDGs

Pelestarian warisan budaya Indonesia membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada perlindungan artefak budaya, tetapi juga pada upaya menyampaikan nilai, filosofi, dan identitas budaya kepada masyarakat luas. Hal tersebut menjadi fokus penelitian tesis Enti Nurmaryati Utami, mahasiswa Program Studi Magister Desain, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Universitas Trisakti, berjudul “Komunikasi Visual Batik Tiga Negeri sebagai Media Penguatan Identitas Budaya”.

Penelitian yang dipresentasikan dalam Sidang Akhir Program Studi Magister Desain pada 1 Agustus 2026 ini mengangkat Batik Tiga Negeri Lasem sebagai objek kajian, dengan menitikberatkan pada karakter visual dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemahaman masyarakat terhadap Batik Tiga Negeri. Selama ini, batik cenderung dipahami melalui keindahan motif dan warna, sementara makna filosofis, sejarah, serta proses akulturasi budaya yang membentuk identitasnya belum tersampaikan secara optimal.

Melalui pendekatan Research Through Design (RTD), penelitian ini melibatkan tiga Industri Kecil dan Menengah (IKM) Batik Tiga Negeri di Lasem, yaitu IKM Kidang Mas, IKM Pusaka Beruang, dan IKM Nyah Kiok. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi visual terhadap enam kain batik yang merepresentasikan karakter masing-masing IKM.

Hasil penelitian mengidentifikasi tiga karakter visual utama Batik Tiga Negeri, yaitu sistem warna tiga negeri yang terdiri atas Merah Lasem, Biru Pekalongan, dan Sogan Surakarta; motif flora dan fauna yang merepresentasikan akulturasi budaya Tionghoa, Jawa, dan Eropa; serta komposisi visual yang padat dan berlapis, mencerminkan ketekunan dalam proses pembatikan.

Penelitian juga menemukan bahwa ketiga IKM memiliki karakteristik yang berbeda. Kidang Mas mempertahankan karakter tradisional dengan motif klasik dan komposisi simetris. Pusaka Beruang menunjukkan karakter tradisional adaptif melalui inovasi teknik dan pengembangan komposisi visual. Sementara itu, Nyah Kiok mempertahankan tradisi batik peranakan dengan teknik mencanting langsung, detail isen-isen yang rapat, serta proses pengerjaan manual yang kompleks.

Struktur Komunikasi Visual sebagai Inovasi Pelestarian Budaya

Salah satu kontribusi utama penelitian ini adalah menghasilkan Struktur Komunikasi Visual Batik Tiga Negeri yang terdiri atas empat lapisan, yaitu konteks budaya, proses produksi, makna visual, dan identitas budaya.

Keempat lapisan tersebut membentuk alur komunikasi yang menghubungkan sejarah dan akulturasi budaya, teknik serta tahapan membatik, makna yang terkandung dalam motif dan warna, hingga identitas budaya masyarakat pesisir Lasem. Melalui struktur ini, masyarakat diharapkan tidak hanya melihat Batik Tiga Negeri sebagai produk estetis, tetapi juga memahami nilai budaya yang membentuk identitasnya.

Penelitian menyimpulkan bahwa keterbatasan pemahaman masyarakat terhadap Batik Tiga Negeri lebih disebabkan oleh belum tersedianya informasi budaya yang terstruktur dan mudah diakses, bukan semata-mata karena kurangnya minat masyarakat terhadap batik.

Struktur komunikasi visual yang dihasilkan dapat menjadi dasar pengembangan berbagai media komunikasi budaya, seperti infografis, katalog IKM, media pameran, konten edukasi, hingga platform digital. Dengan demikian, hasil penelitian memiliki potensi untuk mendukung pelestarian budaya sekaligus memperkuat keberlanjutan industri batik lokal.

Kontribusi Penelitian terhadap Sustainable Development Goals (SDGs)

Penelitian ini memiliki relevansi dengan empat tujuan pembangunan berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), khususnya dalam aspek kemitraan, kesejahteraan masyarakat, pendidikan, serta inovasi dan penguatan industri kreatif.

1. SDG 17 – Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan)

Penelitian ini memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan pelaku industri budaya dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya. Keterlibatan tiga IKM Batik Tiga Negeri di Lasem menjadi bentuk kolaborasi dalam proses pengumpulan data, identifikasi karakter visual, serta validasi makna budaya.

Hasil penelitian ini juga membuka peluang pengembangan kemitraan yang lebih luas antara perguruan tinggi, desainer, pengrajin batik, pemerintah, museum, dan lembaga kebudayaan. Kolaborasi tersebut dapat diarahkan pada pengembangan media komunikasi budaya yang mampu memperluas akses informasi, memperkuat promosi batik lokal, serta mendukung pelestarian pengetahuan tradisional.

Implementasi SDG 17: Penguatan kemitraan antara perguruan tinggi dan IKM batik melalui penelitian kolaboratif, pengembangan media edukasi budaya, serta program pendampingan desain dan komunikasi visual.

2. SDG 3 – Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera)

Relevansi penelitian terhadap SDG 3 dapat dilihat melalui kontribusi tidak langsung pelestarian identitas budaya terhadap kesejahteraan sosial dan kualitas kehidupan masyarakat. Pemahaman terhadap warisan budaya lokal dapat memperkuat rasa memiliki, kebanggaan terhadap identitas budaya, serta hubungan antargenerasi dalam masyarakat.

Melalui penyampaian informasi budaya yang lebih mudah dipahami, penelitian ini berpotensi mendukung lingkungan sosial yang menghargai keberagaman, tradisi, dan identitas komunitas. Pelestarian budaya juga dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesejahteraan sosial dan kualitas kehidupan masyarakat melalui penguatan hubungan dengan lingkungan budayanya.

Implementasi SDG 3: Pengembangan edukasi dan kegiatan apresiasi budaya yang mendorong kebanggaan identitas, keterikatan sosial, serta kesejahteraan komunitas melalui pelestarian warisan budaya. Kontribusi ini bersifat tidak langsung dan masih memerlukan penelitian lanjutan untuk mengukur dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.

3. SDG 4 – Quality Education (Pendidikan Berkualitas)

Penelitian ini memiliki keterkaitan kuat dengan SDG 4 melalui pengembangan media komunikasi visual sebagai sarana edukasi budaya. Struktur komunikasi visual empat lapisan memungkinkan informasi mengenai sejarah, proses produksi, makna motif, dan identitas Batik Tiga Negeri disampaikan secara sistematis dan lebih mudah dipahami.

Pengembangan infografis, katalog, konten edukasi, media pameran, serta platform digital dapat menjadi alternatif media pembelajaran budaya bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Pendekatan ini juga mendukung pembelajaran yang menghargai keberagaman budaya dan pengetahuan lokal sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia.

Implementasi SDG 4: Pengembangan media pembelajaran berbasis komunikasi visual, literasi budaya bagi generasi muda, serta integrasi pengetahuan tentang Batik Tiga Negeri ke dalam kegiatan edukasi dan pembelajaran desain.

4. SDG 9 – Industry, Innovation and Infrastructure (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur)

Penelitian ini berkontribusi terhadap SDG 9 melalui penguatan inovasi di sektor industri kreatif, khususnya IKM batik. Temuan mengenai karakter visual dan inovasi teknik produksi pada masing-masing IKM memperlihatkan bahwa tradisi dapat terus berkembang melalui pendekatan desain tanpa menghilangkan identitas budaya yang menjadi ciri khasnya.

Penyusunan Struktur Komunikasi Visual Batik Tiga Negeri merupakan bentuk inovasi berbasis desain yang mentransformasikan pengetahuan tradisional menjadi sistem komunikasi yang lebih terstruktur. Hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai landasan pengembangan identitas produk, katalog digital, media promosi, serta sarana komunikasi pemasaran bagi IKM batik.

Implementasi SDG 9: Penguatan kapasitas inovasi IKM melalui penerapan komunikasi visual, pengembangan media digital, dokumentasi karakter produk, dan kolaborasi desain untuk meningkatkan daya saing industri batik berbasis budaya lokal.

Magister Desain sebagai Penggerak Inovasi dan Keberlanjutan Budaya

Penelitian Enti Nurmaryati Utami menunjukkan bahwa desain memiliki peran strategis dalam menjembatani pengetahuan tradisional dengan kebutuhan komunikasi masyarakat masa kini. Melalui pendekatan Research Through Design, penelitian ini tidak berhenti pada identifikasi karakter visual, tetapi juga menghasilkan struktur komunikasi yang dapat dikembangkan menjadi berbagai media edukasi dan pelestarian budaya.

Kontribusi penelitian ini memperlihatkan bahwa keilmuan desain dapat mengambil peran dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, mulai dari penguatan kemitraan, peningkatan literasi budaya, pengembangan inovasi industri kreatif, hingga penguatan kesejahteraan sosial masyarakat.

Bagi Program Magister Desain FSRD Universitas Trisakti, penelitian ini menjadi salah satu wujud kontribusi akademik dalam menghasilkan pengetahuan dan inovasi desain yang berangkat dari persoalan nyata di masyarakat. Melalui riset yang mengintegrasikan aspek budaya, desain, teknologi komunikasi, dan pemberdayaan industri kreatif, Program Magister Desain terus mendorong peran desain sebagai instrumen transformasi sosial dan pelestarian identitas budaya Indonesia.

  

Bagi Program Magister Desain FSRD Universitas Trisakti, penelitian ini menjadi salah satu wujud kontribusi akademik dalam menghasilkan pengetahuan dan inovasi desain yang berangkat dari persoalan nyata di masyarakat. Melalui riset yang mengintegrasikan aspek budaya, desain, teknologi komunikasi, dan pemberdayaan industri kreatif, Program Magister Desain terus mendorong peran desain sebagai instrumen transformasi sosial dan pelestarian identitas budaya Indonesia.

 

Tentang Penelitian

Judul: Komunikasi Visual Batik Tiga Negeri sebagai Media Penguatan Identitas Budaya

Peneliti: Enti Nurmaryati Utami (NIM: 191212410002)

Program Studi: Magister Desain, FSRD Universitas Trisakti

Pembimbing Utama: Dr. Rosalinda Wiemar, M.T.

Pembimbing Ahli: Dr. Yan Yan Sunarya, M.Sn.

Tanggal Sidang: 1 Agustus 2026

 

Floatin Button
Floatin Button